BAROMETER – Lemahnya jalur domisili di Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur (Jatim) banyak dikeluhkan oleh para orang tua yang berharap anaknya terdata diterima di sekolah sesuai domisili jarak antara rumah dan sekolah terdekat.
Namun hal itu tidak sesuai harapan, lantaran tidak lolos dari data SPMB Jatim di jalur domisili. Meski jalur terdekat antara rumah kediaman ke sekolah tidak lebih dari 1 kilometer.
Saiful warga Surabaya yang melakukan pendaftaran anaknya di jalur domisili terdekat, tidak ada lain berharap agar anaknya bisa diterima dari sekolah yang ia daftarkan, namun gugur.
Ternyata di jalur domisili diprioritaskan melalui hasil nilai yang tinggi. Meski jalur prestasi nilai ada pendaftaran dengan tahapan sendiri.
“SPMB Jatim di jalur domisili tidak sesuai dengan judulnya. Meskipun daftar melalui jalur domisili, tetap diterima berdasarkan hasil nilai tinggi. Jadi nilai tinggi tetap diterima di jalur domisili meski calon murid domisilinya jauh dari rumahnya,” ujar Saiful, pada Kamis (2/7/2026) siang.
Hal itu pun dinilai sangat membingungkan para orang tua yang telah melakukan pendaftaran di jalur domisili, namun anaknya tidak diterima meskipun domisili sangat dekat dengan sekolah yang dituju.
“Kalau judulnya jalur domisili, harusnya memprioritaskan domisili terdekat. Judulnya saja domisili, ya seharusnya sesuai jarak rumah ke sekolah. Tapi nyata di jalur domisili masih ditentukan oleh nilai tertinggi. Padahal kan di jalur nilai dan prestasi sudah ada tahapannya sendiri. Kalau sistemnya seperti ini sangat kacau,” ungkapnya.
Menurut Saiful, semua sudah ada tahapan pendaftarannya sendiri-sendiri mulai dari tahap 1 hingga tahap 4. “Kalau sudah ada tahapan sendiri-sendiri, harusnya sistemnya disesuaikan dengan judul tahapannya. Pada sistem jalur domisili Ini malah tidak sesuai dengan tupoksinya. Kalau seperti ini kan membuat para orang tua bingung dengan sistem yang kacau ini,” pungkasnya.
Terkait hal itu, saat dikonfirmasi Kepala Dinas Pendidikan provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M di kantornya tidak ada ditempat. “Bapak tidak ada mas keluar. Tadi pagi ada,” ujar Rini selaku staf resepsionis, pada Kamis (2/7/2026).(Am)

















