Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahOlahragaSurabaya

Ketua Umum PDI Perjuangan Hadiri Final Soekarno Cup 2026

1
×

Ketua Umum PDI Perjuangan Hadiri Final Soekarno Cup 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BAROMETER — Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menghadiri laga final Soekarno Cup 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, Senin (24/8/2026) petang.

Megawati hadir didampingi putranya, Prananda Prabowo, yang merupakan Ketua DPP PDI Perjuangan sekaligus inisiator Soekarno Cup 2026.

banner 325x300

Kehadiran keduanya disambut Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup 2026 Komarudin Watubun, serta Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah.

Rombongan Megawati tiba menjelang dimulainya pertandingan final yang mempertemukan Tim Banteng Jawa Barat dan Tim Banteng Bali. Sesampainya di stadion, Megawati dan Prananda langsung menuju tribune dan melambaikan tangan kepada puluhan ribu penonton yang memadati Stadion GBT.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengatakan, sejumlah pemain yang tampil dalam Soekarno Cup 2026 mulai mendapat perhatian dari klub-klub sepak bola profesional. Beberapa pemain disebut telah dilirik oleh klub yang berlaga di Liga 2 dan Liga 3 Indonesia.

Dalam sambutannya pada penutupan turnamen, Said menyampaikan bahwa Soekarno Cup 2026 merupakan bagian dari upaya memberikan ruang bagi talenta muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun karakter melalui olahraga.

“Turnamen ini dimulai pada 12 Agustus dan hari ini, 24 Agustus, kita menyaksikan puncak final. Pertandingan final ini merupakan laga yang menggairahkan karena telah dilalui babak demi babak oleh 16 peserta, 16 kontingen, dan 16 DPD dari 16 provinsi,” kata Said.

Baca Juga :  Polisi Gagalkan Ratusan Koli Rokok Ilegal Dibalik Ikan Asin

Menurut Said, pertandingan final antara Bali dan Jawa Barat diharapkan berlangsung dengan menjunjung tinggi persatuan, sportivitas, dan prinsip fair play.

“Kami yakin pertandingan final ini, sebagaimana disampaikan Ibu Ketua Umum sejak awal Soekarno Cup, harus menjadi ajang untuk menjaga persatuan, sportivitas, dan fair play, agar final ini enak ditonton dan menjadi contoh bagi perkembangan sepak bola di Tanah Air,” ujarnya.

Said menilai penyelenggaraan turnamen tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi PDI Perjuangan dalam mendukung perkembangan sepak bola nasional, khususnya melalui pembinaan pemain usia muda.

“Ini adalah sedikit sumbangsih PDI Perjuangan bagi perkembangan sepak bola untuk membentuk karakter bangsa melalui pembinaan pemain usia 17 tahun,” katanya.

Sebagai tuan rumah, Said juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama penyelenggaraan terdapat kekurangan dalam pelayanan kepada seluruh kontingen.

“Sebagai tuan rumah, dengan segala kerendahan hati, kami meminta maaf yang sebesar-besarnya apabila pelayanan kami kepada seluruh kontingen kurang memuaskan. Kekurangan, kekhilafan, dan kesalahan tentu menjadi bagian dari proses yang harus kami evaluasi,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Surabaya dan Jawa Timur yang telah mendukung penyelenggaraan Soekarno Cup 2026 sehingga rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga babak final.

Sementara itu, Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup 2026 Komarudin Watubun mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan turnamen tersebut.

Baca Juga :  Pelaku Penganiaya Pacar di Semampir Belum Ditetapkan Tersangka

Dalam sambutannya, Komarudin menyebut sekitar 400 talenta muda dari 16 provinsi mendapat kesempatan tampil di panggung nasional melalui Soekarno Cup 2026.

“Berkat gagasan besar Mas Prananda Prabowo, sekitar 400 talenta muda dari 16 provinsi mendapatkan panggung nasional untuk menunjukkan prestasi, bakat, disiplin, dan semangat juang mereka,” ujar Komarudin.

Komarudin juga mengatakan turnamen tersebut menggunakan perangkat pertandingan dengan standar profesional. Pertandingan dipimpin wasit berstandar Liga 1 serta didukung teknologi Video Assistant Referee (VAR) atau teknologi bantuan video pertandingan.

Menurut dia, penyelenggaraan dengan standar tersebut menunjukkan keseriusan panitia dalam membangun kompetisi sepak bola usia muda yang menjunjung tinggi kejujuran, profesionalisme, dan sportivitas.

Komarudin mengungkapkan, sejumlah pemain yang tampil di Soekarno Cup 2026 mulai dilirik klub profesional. Sebanyak 10 pemain disebut mendapat perhatian dari klub Liga 3, sementara empat pemain lainnya dilirik klub Liga 2.

“Ini menjadi bukti bahwa Soekarno Cup memiliki arti penting dalam membuka jalan bagi talenta-talenta muda dari berbagai pelosok Tanah Air menuju jenjang sepak bola profesional,” katanya.

Komarudin juga mengaitkan penyelenggaraan turnamen dengan semangat perjuangan dan pembinaan generasi muda Indonesia.

Ia mengajak para pemain muda untuk tidak hanya mengejar prestasi di lapangan, tetapi juga membangun karakter, sportivitas, keberanian, serta semangat untuk menggapai cita-cita yang lebih besar.

Baca Juga :  Hanya 5 Menit Proses Cetak E-KTP di Kecamatan Krian Sidoarjo

“Anak-anak muda Soekarno Cup jangan hanya menjadi pemain yang hebat di lapangan. Jadilah generasi yang berprestasi, berkarakter, menjunjung sportivitas, dan berani bermimpi besar untuk Indonesia Raya,” ujarnya.

Kepada para pemain yang belum berhasil meraih kemenangan, Komarudin berpesan agar tidak menyerah dan menjadikan pengalaman dalam turnamen sebagai bekal untuk berkembang.

“Ini baru langkah awal. Bangkit, berlatih, dan rebut kemenangan pada masa yang akan datang. Percayalah bahwa masih ada hari esok,” katanya.

Komarudin turut memberikan apresiasi kepada panitia daerah Jawa Timur dan masyarakat Surabaya yang dinilai telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan turnamen.

“Terima kasih kepada anak-anak Surabaya, masyarakat Jawa Timur, dan seluruh penonton yang malam ini memenuhi Gelora Bung Tomo,” ucapnya.

Setelah pertandingan final Bali melawan Jawa Barat, Komarudin secara resmi menutup rangkaian Soekarno Cup 2026.

Ia mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga semangat perjuangan dan menjadikan sepak bola sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda.

“Mari terus nyalakan api perjuangan, kobarkan semangat pemuda, dan buktikan bahwa dari lapangan sepak bola di kampung-kampung dapat lahir prestasi untuk kejayaan Indonesia,” kata Komarudin.

Kehadiran Megawati Soekarnoputri pada laga final sekaligus menandai penutupan Soekarno Cup 2026 yang mempertemukan dua tim terbaik dalam turnamen tersebut. Ajang ini diharapkan menjadi salah satu wadah pencarian dan pembinaan talenta sepak bola muda dari berbagai daerah di Indonesia.(Ham)

Example 120x600