BAROMETER – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo berikan penghargaan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya atas komitmennya mengimplementasikan program toleransi, perlindungan anak, dan literasi digital sebagai upaya mencegah intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, pada, Rabu (8/7/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Jawa Timur Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol Samsul Priasmoro, kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Wali Kota Eri Cahyadi mengaku bersyukur atas apresiasi yang diberikan Kapolri. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi jajaran Pemkot Surabaya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Densus 88 dalam menjaga keamanan serta membangun budaya toleransi di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah. Apresiasi ini menjadi motivasi bagi Pemkot Surabaya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Densus 88 dalam menjaga keamanan, memperkokoh nilai-nilai toleransi, serta melindungi generasi muda dari berbagai ancaman,” ujar Eri.
Eri mengatakan, sinergi antara Pemkot Surabaya dan Densus 88 selama ini diwujudkan melalui berbagai program pencegahan, mulai dari upaya mencegah kekerasan, penyebaran paham terorisme, hingga perlindungan anak dari pengaruh negatif media sosial.
“Saya matur nuwun penghargaan yang diberikan Pak Kapolri kepada kami Pemerintah Kota Surabaya. Ini memberikan semangat kepada kami untuk terus bergerak bersama dengan Densus 88,” katanya.
Menurut Eri, salah satu bentuk kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penerbitan Surat Edaran Wali Kota Surabaya Nomor 400.2.4/7809/436.7.8/2026 yang mengajak orang tua lebih aktif mendampingi anak dalam penggunaan gawai dan aktivitas di ruang digital.
“Karena beberapa kali kegiatan dengan Densus 88 ini kami bisa mencegah hal yang seperti itu. Bahkan kami dengan Densus 88, ketika ada informasi kami membuatkan surat edaran, bagaimana peran orang tua, bagaimana membatasi gawai, bagaimana hal-hal yang perlu dilakukan,” jelasnya.
Selain itu, Pemkot Surabaya bersama Densus 88 juga memberikan edukasi kepada orang tua dan peserta didik melalui sekolah-sekolah. Program tersebut bertujuan memperkuat pola pengasuhan dalam keluarga sekaligus membangun karakter anak agar tidak mudah terpapar paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.
“Yang kedua kami bersinergi dengan memberikan materi-materi kepada orang tua dan masuk ke sekolah-sekolah. Sehingga anak-anak dan lebih khusus orang tua menyadari bagaimana mereka mendidik anak, bagaimana anak-anak ini butuh kasih sayang orang tua, bagaimana ada deep talk orang tua dengan anak,” tuturnya.
Eri berharap penghargaan dari Kapolri menjadi penyemangat untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan menciptakan lingkungan yang aman bagi masyarakat Surabaya.
“Semoga dengan sinergi dan penghargaan yang diberikan ini semakin mempererat kerja sama kami dengan Densus 88 bagaimana menjaga keamanan di Surabaya,” pungkasnya.(Am)

















