JAKARTA – Wajah peradilan masa depan yang serba digital menjadi menu utama dalam pertemuan penting di Ibu Kota Jakarta. Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat secara resmi menerima kunjungan kehormatan dari delegasi papan atas lintas negara, yakni High People’s Court of Beijing (Pengadilan Tinggi Rakyat Beijing) dan Beijing Internet Court (Pengadilan Internet Beijing), pada Kamis (29/10/2026).
Pertemuan bilateral ini bukan sekadar kunjungan formal biasa, melainkan menjadi panggung strategis bagi kedua institusi untuk saling membedah teknologi mutakhir dalam sistem e-court dan administrasi perkara berbasis digital.
Juru Bicara PN Jakarta Pusat, Purwanto S. Abdullah, mengungkapkan bahwa momentum ini menjadi pemacu penting untuk memperluas cakrawala kelembagaan sekaligus mempererat hubungan diplomatik di bidang hukum.
“Kunjungan delegasi Pengadilan Beijing tersebut merupakan momentum penting untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat hubungan antarlembaga peradilan,” ujar Purwanto dalam keterangan tertulisnya di PN Jakarta Pusat.
Dengan mengusung tema Inovasi Peradilan Digital dan Praktik Persidangan, kedua belah pihak fokus mendiskusikan implementasi teknologi informasi demi menciptakan pelayanan hukum yang lebih cepat, transparan, dan efisien.
“Pertemuan ini menjadi kesempatan emas bagi kedua lembaga peradilan untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman nyata. Terutama, bagaimana memanfaatkan teknologi informasi secara optimal, mulai dari tahap pendaftaran dan administrasi perkara hingga pelaksanaan persidangan yang sepenuhnya berbasis digital,” ujar Purwanto.
Keseriusan Beijing dalam menjajaki kerja sama ini terlihat dari profil delegasi yang hadir. Rombongan dipimpin langsung oleh Presiden Pengadilan Internet Beijing, didampingi Wakil Direktur Kantor Manajemen Peradilan Pengadilan Tinggi Rakyat Beijing, Hakim Ketua Divisi Pendaftaran Perkara, serta Direktur Kantor Manajemen Peradilan Pengadilan Internet Beijing. Kedatangan para petinggi hukum Tiongkok ini disambut hangat oleh Ketua PN Jakarta Pusat beserta jajaran aplikatifnya.
Lebih lanjut, Purwanto menjelaskan bahwa diskusi interaktif ini membuka ruang bagi PN Jakarta Pusat untuk menyerap berbagai praktik terbaik (best practices) dari Beijing, yang selama ini dikenal sangat progresif dalam mengoperasikan pengadilan khusus internet.
“Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan sistem peradilan yang tidak gagap teknologi dan makin adaptif terhadap disrupsi digital global,” tandasnya.
Melalui kolaborasi internasional ini, PN Jakarta Pusat menegaskan kembali komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi institusi peradilan modern. Langkah ini diwujudkan melalui penguatan infrastruktur teknologi informasi, peningkatan transparansi publik, dan penyusunan standar pelayanan hukum yang semakin profesional bagi masyarakat.(Dom)

















