JAKARTA – Puskesmas Kecamatan Taman Sari menggelar sosialisasi dan edukasi bertajuk “Dukung 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dalam Rangka Pencegahan Stunting” di Aula Kelurahan Krukut, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Selasa (28/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun sebagai upaya mencegah stunting.
Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Krukut, H. Rudi Kartono Wibowo, SE, Sekretaris Kelurahan Krukut Yulianto, Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra), petugas Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), serta perwakilan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat.
Turut hadir dokter dari Puskesmas Kecamatan Taman Sari sebagai narasumber, kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Dasawisma se-Kelurahan Krukut, Ketua RW 01 hingga RW 08, serta para ketua RT.
Kehadiran unsur pemerintahan wilayah, tenaga kesehatan, dan kader masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam mendukung program percepatan penurunan stunting.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan, yang mencakup masa kehamilan selama sekitar 270 hari hingga anak berusia dua tahun atau sekitar 730 hari setelah kelahiran.
Periode tersebut merupakan fase penting bagi pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan kesehatan anak. Karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi ibu dan anak menjadi salah satu langkah utama dalam mencegah stunting.
Materi sosialisasi menitikberatkan pada tiga aspek utama. Pertama, pemenuhan nutrisi ibu hamil melalui konsumsi makanan bergizi seimbang dan kepatuhan mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai anjuran tenaga kesehatan untuk membantu mencegah anemia.
Kedua, pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Ketiga, pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang bergizi seimbang dengan memperhatikan kecukupan protein hewani dan kebutuhan nutrisi anak sesuai usianya.
Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai penerapan prinsip gizi seimbang melalui panduan “Isi Piringku” dalam penyediaan makanan keluarga.
Kader PKK dan Dasawisma diharapkan dapat meneruskan informasi tersebut kepada masyarakat, terutama keluarga yang memiliki ibu hamil, bayi, dan balita. Peran kader di tingkat RT dan RW dinilai penting untuk mendukung edukasi serta pendampingan keluarga yang berisiko mengalami stunting.
Melalui kegiatan ini, Puskesmas Kecamatan Taman Sari bersama jajaran Kelurahan Krukut, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, serta para kader masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi sejak dini sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan produktif di wilayah Kelurahan Krukut. (Dom)

















