Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahNusantaraPolitikSurabaya

Aksi Mahasiswa Tolak UU TNI di Surabaya, Promeg 96: Demokrasi tidak boleh dibungkam

×

Aksi Mahasiswa Tolak UU TNI di Surabaya, Promeg 96: Demokrasi tidak boleh dibungkam

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA – Aksi demonstrasi di kota Surabaya ricuh, kini Surabaya kembali menjadi saksi perlawanan mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah. Gelombang aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai kota besar di Indonesia dalam beberapa hari terakhir kini menggema di Kota Pahlawan.

Aksi demonstrasi mahasiswa turun ke jalan menolak pengesahan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) oleh DPR RI, dengan titik aksi terpusat di depan Gedung Negara Grahadi.

banner 325x300

Trauma akan represivitas rezim Orde Baru dengan doktrin Dwi Fungsi ABRI masih membekas dalam sejarah demokrasi Indonesia. Kekhawatiran bahwa revisi UU TNI dapat membuka kembali ruang militerisme dalam kehidupan sipil menjadi pemicu utama gelombang protes ini.

Baca Juga :  Satpol PP dan Dinkopdag Segel Lapak Es Krim Ber-alkohol di Mall Surabaya

Sebagai agent of change, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan aspirasi rakyat. Mereka menolak segala bentuk pembungkaman demokrasi dan menyerukan agar negara tetap berpihak pada kepentingan publik, bukan kepentingan elite.

Baca Juga :  KJJT Desak Polda Jatim Tangani kasus Kekerasan Wartawan di Situbondo

Roby Setiawan, Sekretaris Promeg 96, mendesak aparat kepolisian untuk bertindak persuasif dan menghindari pendekatan represif terhadap mahasiswa yang tengah menyuarakan penolakan terhadap UU TNI. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan pendampingan hukum bagi mahasiswa yang hingga malam ini masih ditahan oleh Polrestabes Surabaya.

“Aksi demonstrasi adalah hak yang dilindungi oleh konstitusi. Oleh karena itu, kita masih menunggu perkembangan situasi di lapangan. Jika mahasiswa yang ditahan tidak segera dibebaskan, Promeg 96 akan mendatangi Polrestabes Surabaya untuk berdialog langsung dengan Kapolrestabes. Demokrasi tidak boleh dibungkam dan dibunuh. Demokrasi adalah ruang argumentasi, bukan tirani,” tegas Roby.

Baca Juga :  Satgas TMMD 125 Kodim 1506/Namlea Buat Reol/Drainase Raksasa di Desa Waenono

“Aksi ini menjadi bukti bahwa semangat perjuangan mahasiswa tidak luntur. Mereka terus berjuang agar demokrasi tetap tegak dan hak-hak sipil tidak tergerus oleh dominasi kekuatan militer dalam pemerintahan,” pungkasnya.(Am)

Example 300250
Example 120x600