JAKARTA – Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Jaksa Agung RI, Prof. Dr. Asep N. Mulyana, S.H., M.Hum memberikan pembekalan inspiratif kepada 503 peserta Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan 83 Gelombang I Tahun 2026. Acara yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Aula Sasana Adhi Karyya, Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI, Senin (15/6/2026).
Prof. Asep yang juga menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) mengapresiasi dedikasi penuh dari Kepala Badiklat Kejaksaan RI beserta seluruh jajaran pengajar. Ia mengingatkan para peserta agar tidak melihat diklat ini sebagai seremonial belaka.
“Jangan pernah memandang kehadiran saudara di sini sebagai sebuah formalitas belaka. Jadikan setiap tetes keringat selama menempuh pendidikan ini sebagai kawah candradimuka untuk membentuk diri menjadi jaksa yang tangguh,” tegas Prof. Asep di hadapan ratusan peserta tersebut.
Lebih lanjut, Prof. Asep menegaskan pentingnya melahirkan sosok Jaksa Paripurna. Di tengah dinamika global dan modus kejahatan yang kian kompleks, kecerdasan intelektual saja tidak lagi cukup. Jaksa masa depan harus memiliki kepekaan nurani dan integritas moral yang kokoh.
Sebagai pedoman bergerak, Prof Asep meminta seluruh calon jaksa mendalami dan menginternalisasi nilai-nilai dasar institusi, seperti:
Trapsila Adhyaksa: Budaya organisasi yang melandasi etika, tata krama, dan kesusilaan dalam setiap pengambilan keputusan.
Doktrin Tri Krama Adhyaksa & Satya Adhi Wicaksana: Ideologi dan pandangan hidup utama insan Adhyaksa.
Core Values ASN BerAKHLAK: Fondasi pelayanan yang akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.
Bukan hanya soal moral, tantangan modernisasi juga menjadi sorotan utama. Prof. Asep memaparkan arah kebijakan Reformasi Birokrasi melalui Tata Kelola Sistem Satu Data Kejaksaan. Sistem digital terintegrasi ini dibangun atas empat pilar utama: memenuhi standar data, memiliki metadata, menerapkan kaidah interoperabilitas, serta menggunakan kode referensi data induk.
Menutup pembekalan, Ketua Umum Persatuan Jaksa Indonesia (Persaja) ini mengutip adagium hukum klasik untuk membakar semangat para peserta: “Aequum et bonum est lex legum” bahwa keadilan dan kebaikan adalah hukum di atas segala hukum. Melalui pesan kuat ini, para calon jaksa diharapkan mampu menjaga idealisme dan membentengi diri dari segala bentuk penyalahgunaan wewenang saat terjun ke masyarakat. (Amri)

















