SURABAYA – Ribuan buruh dari berbagai daerah di Jawa Timur (Jatim) peringati Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026 di depan Kantor Gubernur Jatim, di Jalan Pahlawan, Surabaya, Jumat (1/5/2026).
Buruh yang terdiri dari FSPMI, KASBI,SPSI Serta Serikat Buruh lainnya menggunakan 50 bus, 10 truk mobil komando, serta ribuan sepeda motor menyampaikan aspirasinya dan menuntut kesejahteraan pekerja dan perlindungan hak-hak buruh
Berlangsung di depan kantor gubernur Jatim massa buruh membentangkan bendera Merah Putih sepanjang kurang lebih 100 meter di depan panggung utama.
Berlangsung orasi, Perwakilan Gerakan Serikat Pekerja (Gasper) Jawa Timur, Achmad Fauzi menegaskan bahwa aksi buruh dilakukan secara tertib dan tidak bertujuan mengganggu stabilitas keamanan. Ia menekankan bahwa buruh di Jatim menjunjung tinggi kedamaian dalam menyampaikan aspirasi.
“Kami bukan kelompok perusuh. Kami tidak membakar gedung dan tidak ingin mengganggu stabilitas keamanan Jawa Timur. Kami hadir untuk menyampaikan aspirasi dengan damai,” ujar Fauzi, dalam orasinya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jatim yang dinilai telah berpihak kepada buruh selama beberapa tahun terakhir.
Fauzi berharap kesejahteraan buruh terus meningkat seiring perhatian pemerintah terhadap kondisi pekerja. Selain itu, buruh juga menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya terkait kebijakan penerimaan siswa SMA/SMK melalui jalur afirmasi bagi keluarga buruh.
Mereka mengusulkan agar kuota yang sebelumnya sebesar 5 persen dapat ditingkatkan tanpa persyaratan yang memberatkan.
Ketua DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia, Jazuli, menambahkan bahwa pihaknya mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai pro terhadap buruh.
“Beberapa kebijakan pemerintah menunjukkan keberpihakan kepada buruh, termasuk pembatasan outsourcing yang disesuaikan dengan putusan Mahkamah Konstitusi,” kata Jazuli.
Ia juga menegaskan komitmen buruh untuk mendukung pemerintah yang sah serta memperjuangkan hak-hak pekerja melalui jalur konstitusional.
Selain itu, buruh meminta percepatan pembahasan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang telah diamanatkan oleh Mahkamah Konstitusi. Mereka menilai waktu yang tersisa untuk penyelesaian regulasi tersebut semakin terbatas.
Dalam peringatan Mayday terlihat seluruh pejabat tinggi Jatim, mulai dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), naik ke atas panggung untuk menyapa massa buruh.
Turut hadir juga Kapolda Jatim, Pangdam V/Brawijaya, Dankodaeral V, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, Disnakertrans Jatim, sejumlah pejabat lainnya.(Ham)



















