Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
POLRISurabaya

14 Hari Operasi Semeru, Polda Jatim Targetkan Penindakan Bus Tak Layak Jalan

×

14 Hari Operasi Semeru, Polda Jatim Targetkan Penindakan Bus Tak Layak Jalan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA – Petugas gabungan Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2026 selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Dalam operasi semeru, Polda Jatim akan menyiapkan sebanyak 5.020 personel gabungan diterjunkan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, menargetkan penindakan bus tak layak jalan pada operasi serentak di seluruh Indonesia sebagai persiapan menghadapi Operasi Ketupat Semeru 2026 menjelang Idul Fitri. Termasuk kelayakan bus dalam mengangkut penumpang baik dalam kota maupun antar luar.

banner 325x300

“Petugas gabungan akan melakukan ramp check pada kendaraan, khususnya angkutan umum seperti bus reguler maupun wisata,” ujar Kombes Pol Iwan Saktiadi, Senin (2/2/2026).

Baca Juga :  Polda Jatim Ungkap Kasus ITE Pornografi Anak Motif Cemburu

Operasi tersebut tidak lain dengan mengusung tema “Terwujudnya Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026”.

Sebanyak 5.020 personel gabungan terdiri atas 395 personel satuan tugas Polda Jatim dan 4.625 personel satuan wilayah di jajaran Polda Jatim dilibatkan dalam operasi tersebut. “Operasi Keselamatan Semeru 2026 mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas melalui upaya preemtif, preventif, dan represif, khususnya terhadap armada angkutan umum,” tambahnya.

Baca Juga :  Diduga Disabet Celurit, Pria Bulak Banteng Tewas Bersimbah Darah di Kedinding Lor

Menurutnya, bahwa masyarakat Indonesia memiliki tradisi mobilisasi tinggi, baik untuk mudik maupun berwisata saat libur Lebaran, sehingga kelayakan kendaraan angkutan umum harus dipastikan sejak dini. “Tim gabungan tingkat provinsi tentunya nanti bekerja sama dengan masing-masing kota kabupaten untuk melaksanakan ramp cek pada perusahaan kendaraan bus,” terang Iwan.

Ia menegaskan fokus operasi juga diarahkan pada peningkatan pemahaman masyarakat terhadap aturan berlalu lintas serta keselamatan diri dan lingkungan sekitar.

Baca Juga :  Polda Jatim Ungkap Sindikat Perdagangan Orang Ilegal

“Sekali lagi kami fokuskan kepada angkutan umum orang agar pada saat nanti pelaksanaan operasi ketupat ke depan seluruhnya siap armadanya,” pungkasnya.

Selain itu, Operasi Keselamatan Semeru 2026 meliputi pengendara tidak menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI), berkendara di bawah umur, berkendara dalam pengaruh alkohol, melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara, tidak menggunakan sabuk pengaman, berboncengan lebih dari satu orang, serta melebihi batas kecepatan.(Pri/Am)

Example 300250
Example 120x600