Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan
Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahHukumSurabaya

Khofifah Diperiksa KPK atas Dugaan Dana Hibah Pokmas

×

Khofifah Diperiksa KPK atas Dugaan Dana Hibah Pokmas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA — Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menjalani pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Ditreskrimsus Polda Jatim, pada Kamis (10/7/2025).

Khofifah diperiksa sebagai saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi dana hibah Kelompok Masyarakat (Pokmas).

banner 325x300

Khofifah tiba di Polda Jatim sekitar pukul 09.20 WIB dan baru keluar pada pukul 18.25 WIB. Usai diperiksa selama hampir delapan jam, raut wajahnya tampak letih. Ia menjelaskan bahwa dirinya hadir sebagai saksi karena namanya diduga dicatut oleh para tersangka.

Baca Juga :  Baru Bisa Hadir, Khofifah Minta Maaf dan Tegaskan Kooperatif di Sidang PN Tipikor

“Alhamdulillah hari ini saya hadir untuk memberikan keterangan sebagai saksi atas keterangan tersangka. Insya Allah saya sudah menyampaikan keterangan secara lengkap. Mudah-mudahan bisa menjadi tambahan informasi yang dibutuhkan KPK,” kata Khofifah.

Ditanya soal materi pemeriksaan, Khofifah menyebut pertanyaan yang diajukan penyidik sebenarnya tidak banyak, tetapi setiap pertanyaan memiliki butir-butir yang mendalam.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Bantah Tudingan Mantan Ketua DPRD Jatim Soal Fee Ijon Hibah

“Struktur di OPD itu satu pertanyaan jawabannya banyak, karena Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Biro di tahun 2021 sampai 2024 kan banyak banget, dan nama lengkap masing-masing OPD juga harus saya jelaskan,” tambahnya.

Namun, Khofifah enggan menjawab saat ditanya soal nilai kerugian negara dalam kasus dana hibah Pokmas. Ia memilih langsung berlalu meninggalkan awak media.

Baca Juga :  Terbukti Melakukan Penipuan, Herry Sunanda di Vonis 10 Bulan Penjara

Informasi sebelumnya, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Pokmas Tahun Anggaran 2020–2022. Mereka adalah Anwar Sadad (Gerindra), Ahmad Iskandar (PAN), Kusnadi (PDI-P), dan Bagus (Sekretaris Dewan) yang diduga kuat mengetahui aliran dana hibah tersebut.(Am)

Example 120x600