Example floating
Example floating
Example 728x250
Kejaksaan

Wakil Jaksa Agung Asep Mulyana Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya di Ruang Resonansi IFG 2026

×

Wakil Jaksa Agung Asep Mulyana Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya di Ruang Resonansi IFG 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bandung, BAROMETER – Wakil Jaksa Agung Prof. Dr. Asep N. Mulyana mengajak generasi muda Indonesia untuk mengenali akar budaya dan menghargai karya orang lain. Warisan budaya bangsa harus menjadi sumber inspirasi utama dalam melahirkan karya kreatif baru yang relevan dengan zaman.

Pesan penting tersebut disampaikan dalam acara Ruang Resonansi IFG Group 2026. Acara yang mengusung tema “Menghidupkan Budaya untuk Melahirkan Karya” ini berlangsung di Gedung IFG Life Asia Afrika, Bandung, Sabtu (26/9/2026).

banner 325x300

Dalam sambutannya, Asep menegaskan bahwa warisan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu yang statis. Sebaliknya, budaya harus menjadi sumber gagasan yang terus berkembang bagi generasi masa kini.

Baca Juga :  Kejagung Tangkap Tersangka AA Terkait Kasus Korupsi Komoditas Timah

“Sejarah hidup ketika kita mengetahui cerita di baliknya, membuka ruang bagi masyarakat, dan memberi kesempatan generasi baru untuk menafsirkan maknanya,” ujar Asep Mulyana.

3 Pesan Utama untuk Generasi Muda

Untuk mendorong ekosistem kreatif yang sehat, Wakil Jaksa Agung menyampaikan tiga poin penting yang wajib diterapkan oleh generasi muda:

Kenali Akar Budaya Tempat Berpijak: Generasi muda harus memahami bahasa, kesenian, tradisi, dan nilai-nilai leluhur. Mengenal akar budaya akan memperluas pilihan dalam berkarya serta melahirkan identitas karya yang kuat di kancah dunia.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tunjuk Prof. Asep Nana Mulyana jadi Wakil Jaksa Agung, Jampidsus Kuntadi

Kebebasan Berkarya yang Bertanggung Jawab: Kemajuan teknologi memudahkan penyebaran gagasan. Namun, kreator wajib menghargai hak cipta orang lain, jujur dalam proses kreatif, dan memberikan pengakuan layak kepada pemilik pengetahuan tradisional.

Terapkan Gotong Royong (Kolaborasi): Ekosistem kreatif akan maju jika ada sinergi antara seniman, komunitas, pelaku UMKM, dan perusahaan. Kolaborasi ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal.

Prof Asep berharap kegiatan Ruang Resonansi IFG ini menghasilkan tindakan nyata. Ia menantang anak muda untuk mencari cerita lokal yang belum banyak didengar, mempelajarinya, lalu mengolahnya menjadi produk bermanfaat. Karya tersebut bisa berupa tulisan, pertunjukan, desain, maupun produk kreatif lainnya.

Baca Juga :  Kejati Papua Berhasil Pulihkan Kerugian Negara dari Kasus Korupsi PON XX

Ia juga mengapresiasi keterlibatan UMKM dalam acara ini. Menurutnya, dukungan publik terhadap produk lokal akan memberikan dampak ekonomi langsung bagi keluarga dan komunitas perajin.

Di akhir acara, Wakil Jaksa Agung mendorong IFG Group, Jamkrindo, dan para mitra untuk terus membuka akses publik terhadap bangunan bersejarah. Ruang seperti ini sangat penting untuk mewadahi talenta muda dan pelaku usaha lokal dalam membawa kekayaan budaya Indonesia ke masa depan.(Amri)

Example 120x600