Jakarta, BAROMETER – Kelompok yang mengatasnamakan Koalisi Pemuda Anti Antek Asing (KOPAAS) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) di kawasan Tegal Parang, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2026).
Dalam aksi tersebut, massa menuntut pembubaran WALHI karena dinilai menghambat Program Strategis Nasional (PSN) terkait ketahanan pangan di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat.
Koordinator aksi KOPAAS, Afrudin, menyatakan bahwa sikap WALHI yang kerap menolak program pembangunan pemerintah patut dipertanyakan. Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah program revitalisasi tambak di wilayah Pantura Jawa yang mencakup area Bekasi, Karawang, Subang, hingga Indramayu.
“Program tersebut merupakan salah satu pilar ketahanan pangan nasional dengan luas lahan tambak mencapai 20.413,25 hektar. Revitalisasi ini sangat dibutuhkan warga Pantura Jawa Barat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka,” ujar Afrudin dalam pernyataan sikapnya di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Selain mempermasalahkan penolakan proyek tambak Pantura, KOPAAS juga menyoroti aspek transparansi keuangan WALHI. Mereka menduga adanya aliran dana dari lembaga donor serta filantropi internasional yang masuk ke kantong organisasi lingkungan tersebut.
Afrudin menyebut beberapa nama yayasan global seperti Ford Foundation dan Packard Foundation. Nilai bantuan yang diduga diterima oleh WALHI diperkirakan mencapai 3 juta dollar AS. KOPAAS menilai keterlibatan dana internasional ini berpotensi membawa konsep asing yang tidak sejalan dengan kepentingan pembangunan nasional.
Di akhir unjuk rasa, kordinator aksi membacakan tiga poin tuntutan utama yang ditujukan kepada pihak berwenang dan masyarakat:
Pertama, Bubarkan WALHI sekarang juga.
Kedua, Audit Keuangan atau pun aset WALHI yang di peroleh dari asing
Ketiga, Dukung Program Strategis Nasional untuk ketahanan pangan nasional di wilayah Pantura.
Hingga berita ini diturunkan, pihak WALHI belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan dan tudingan yang disampaikan oleh massa aksi KOPAAS di depan kantor mereka. Karena Ketua atau pengurus lainnya tidak berada di tempat.(Amri)

















