Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan
Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahSurabayaTNI

Janggal Peluru Nyasar, Kopasmar 2: Tetap Fokus Keselamatan Korban

4
×

Janggal Peluru Nyasar, Kopasmar 2: Tetap Fokus Keselamatan Korban

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA – Pasukan Marinir (Pasmar) 2 Surabaya menilai ada kejanggalan terkait dugaan puluru nyasar yang mengenai 2 korban anak SMP Negeri di Gresik. Pasalnya tembakan peluru yang seharusnya kemampuan maximal 1,6 kilometer (km), kini lebih dari maximal hingga 2,3 km.

Namun, meski puluru nyasar tersebut belum ditemukan kepastian peluru itu milik Pasmar 2 atau lainnya. Pihak Pasmar 2 tetap bertindak cepat memberikan pertolongan terhadap 2 korban dengan melarikan korban ke Rumah Sakit (RS) Khodijah, Sepanjang, Sidoarjo Jawa Timur.

banner 325x300

Komandan Pasukan Marinir (Kopasmar) 2 Mayor Jenderal (Mayjend) TNI AL (Mar) Dr. Oni Junianto mengatakan pasca adanya peluru nyasar pihaknya tetap maximal memberikan penanganan terhadap 2 korban.

Baca Juga :  Polisi Tangkap 1 Pelaku Pembacokan di Lorong Hotel Jagalan, 3 Pelaku DPO

“Perkembangan tentang peluru nyasar, kami sudah melakukan mulai dari sejak awal kita melakukan pendampingan untuk pengobatan hingga perawatan. Ada dua korban itu yang satu dari Octo ini ibunya sudah menerima semua perawatan, kontrol dan santunan,” ujar Dr Oni Julianto, saat jumpa pers, pada Minggu (12/4/2026) di Surabaya.

Selain itu, Pasmar 2 Surabaya difokuskan pada uji teknis atas biji tembak, pelibatan ahli, serta komunikasi dengan korban guna memastikan penanganan berjalan transparan dan berkeadilan.

“Saat ini ada 119 orang yang diperiksa ya. Nanti akan berlanjut itu terus diperiksa dan nanti akan diuji tembak peluru ini sampai sejauh itu,” kata Kopasmar 2.

Baca Juga :  Rustanto Resmi Ketua PN Surabaya, Pengacara Sidabukke: Semoga Tidak Tertular Virus KKN

Sejauh ini pihaknya telah berusaha maximal berkomunikasi dengan korban lainnya, agar
tetap diupayakan penyelesaian yang baik.

Dr Oni juga menegaskan bahwa pihak akan melakukan uji balistik dan diperkuat dengan data teknis dari PT Pindad (Persero) agar hasil analisis akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Nanti data teknis juga dari Pindad juga kita minta untuk memperkuat uji tersebut sehingga kita tidak mengambil data yang asal-asalan, jadi betul-betul nanti data harus akurat,” tegasnya.

Tak hanya itu, sejumlah ahli akan digandeng untuk memberikan pandangan independen terkait jangkauan peluru dan aspek keselamatan latihan tersebut.

Baca Juga :  Pemkab Launching Berau City Branding untuk Diferensiasi Bumi Batiwakkal

Pihaknya juga memastikan bahwa dengan adanya peluru nyasar ini, proses hukum tetap berjalan melalui Polisi Militer Komando Daerah Angkatan Laut (Pomal Kodal). “Agar tidak ada saling klaim dan kita selalu terbuka. Kalau ada Prosedur SOP yang salah, tetap kita tindak sesuai hukum yang berlaku,” pungkas Oni.

Pada sebelumnya, adanya insiden dugaan peluru nyasar terjadi ketika murid-murid sedang mengikuti kegiatan sosialisasi sekolah di salah satu SMP Negeri di Gresik, Jawa Timur, pada Rabu (17/12/2025). Ada dua anak yang menjadi korban peluru nyasar, yakni inisial DF (14) dan RO (15).(Am)

Example 120x600