Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahSurabaya

Pelantikan PC Pagar Nusa dan Pembaiatan Ribuan Santri di Surabaya Berjalan Kondusif

10
×

Pelantikan PC Pagar Nusa dan Pembaiatan Ribuan Santri di Surabaya Berjalan Kondusif

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BAROMETER – Pelaksanaan pelantikan Ketua Perwakilan Cabang (PC) Pagar Nusa Kota Surabaya dan pembaiatan terhadap ratusan santri berlangsung kondusif yang di gelar di Aula Universitas WR Supratman, Jalan Arief Rahman Hakim, Sukolilo, Surabaya, pada Minggu (26/7/2026).

Berlangsung kegiatan tersebut di hadiri oleh Ketua Umum PP Pagar Nusa H. Muhammad Nabil Haroen, Sekretaris PP Pagar Nusa Dr. Abdulloh Hamid, dan Ketua PW Pagar Nusa KH Sholahuddin Fathurrahman.

banner 325x300

Ketua Panitia pelaksana, Yudi Efendi mengatakan bahwa kegiatan pembaiatan ini rutin diadakan disetiap tahun sekali.

“Kegiatan ini kita adakan setiap tahun sekali untuk menjadi petanda di akui sebagai anggota tetap pagar nusa. Pagar nusa juga punya komitmen untuk bersama sama menjaga kota Surabaya dan kita buktikan walau pun yang hadir dalam acara ini ribuan anggota baik dari peserta, pendamping, panitia dan penggembira. Tapi suasana kota Surabaya tetap aman dan kondusif,” kata Yudi, yang akrab dipanggil Gareng.

Ia juga mengajak masyarakat agar lebih mencintai budaya asli di Indonesia yaitu pencak silat. “Harapan kami agar masyarakat bisa semakin mencintai budaya asli bangsa Indonesia yaitu pencak silat,” ungkapnya.

Baca Juga :  14 Hari Operasi Semeru, Polda Jatim Targetkan Penindakan Bus Tak Layak Jalan

Pihaknya juga mengucapkan banyak terimakasih kepada para tokoh Pagar Nusa dan jajaran aparat keamanan setempat yang menghadiri kegiatan yang diadakan setahun sekali ini. “Terimakasih kepada semua tokoh Pagar Nusa yang sudah menghadiri dan mensupport kegiatan ini. Begitu juga kami ucapkan terima kasih buat jajaran aparat keamanan setempat hadir memberikan kenyamanan bagi kita semuanya. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan kondusif,” pungkasnya.

Sementara, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya H. Masduki Toha melalui Wakil Ketua PCNU Kota Surabaya Riadi Ngasiran menegaskan bahwa Pagar Nusa merupakan bagian dari Nahdlatul Ulama (NU), sehingga loyalitas organisasi harus sepenuhnya ditujukan kepada NU serta mengedepankan peran menjaga ketenteraman masyarakat.

“Pagar Nusa pun tak bisa dilepaskan dari kota Surabaya, karena proses kelahiran melibatkan secara aktif peran KH A Mudjib Ridlwan, putra Pencipta Lambang Nahdlatul Ulama KH Ridlwan Abdullah,” ujarnya.

Baca Juga :  Hakim Tolak Gugatan Sengketa Rumah Donokerto, Kuasa Hukum: Alhamdulillah

Pelantikan Pengurus Cabang (PC) Pagar Nusa Kota Surabaya periode 2025-2030 ini juga disertai pembaiatan lebih dari 500 santri.

Dalam pelantikan tersebut menetapkan Abdul Rochman sebagai Ketua PC Pagar Nusa Kota Surabaya dan Dimas Agung Nurpratama sebagai sekretaris, dengan Tri Yudi Effendi bertindak sebagai ketua panitia, serta dihadiri sejumlah tokoh dari IPSI.

Selain itu, berlangsung di lokasi juga turut dihadiri oleh Kapolrestabes Surabaya, dan Koramil Sukolilo, sekaligus diisi kegiatan penggemblengan dan pengijazahan bersama KH Abdul Chalim Al-Khowwas (Abah Chalim) dari Banyuwangi.

H. Masduki Toha menegaskan eksistensi Pagar Nusa lahir dari tubuh NU sehingga loyalitas kader harus sepenuhnya diberikan kepada NU, sekaligus mengingatkan bahwa sejarah kelahiran Pagar Nusa tidak dapat dipisahkan dari peran KH A. Mudjib Ridlwan, putra pencipta lambang Nahdlatul Ulama KH Ridlwan Abdullah.

Lanjut Masduki, juga menyampaikan bahwa perkembangan Pagar Nusa tidak terlepas dari peran KH Suharbillah yang memiliki hubungan dengan Pondok Pesantren An-Najiyah Sidoresmo, sehingga sejarah tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi kemajuan Pagar Nusa di Kota Surabaya.

Baca Juga :  Sidang Kasus Penipuan PTPN Jabar Fiktif, Saksi Korban Ungkap Modus Terdakwa Mulia Wiryanto

Pagar Nusa juga menunjukkan peran penting sejak masa Reformasi dengan mendampingi para kiai dan ulama pesantren di tengah masyarakat, khususnya warga Nahdliyin.

Menurutnya, bahwa Surabaya sebagai kota kelahiran jam’iyah Diniyah Ijtimaiyyah Nahdlatul Ulama memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk terus menggerakkan semangat berkhidmah di tengah masyarakat, termasuk melalui dukungan Pagar Nusa.

“Ia menegaskan Pagar Nusa bukan sekadar wadah bagi pencinta bela diri, tetapi juga memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga ketenteraman, ketertiban, dan kedamaian masyarakat,” tambahnya.

Pagar Nusa tidak hanya melindungi warga Nahdliyin dan tokoh NU, tetapi juga masyarakat secara luas agar tetap tercipta kondusivitas di Kota Surabaya.

Masduki juga menilai semangat kepahlawanan Arek Suroboyo yang mengalir dalam diri kader Pagar Nusa harus menjadi modal untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat.(Am)

Example 120x600