JAKARTA – Jaksa Agung ST Burhanuddin resmi menutup gelaran Badan Pemulihan Aset (BPA) Fair Tahun 2026 yang berlangsung pada 18–21 Mei 2026 di Kantor BPA Kebagusan, Jakarta. Melalui rilis resmi penutupan, ajang pameran dan lelang perdana BPA Fair ini sukses mencatatkan total nilai transaksi lelang yang fantastis mencapai Rp997,4 miliar.
Plt Wakil Jaksa Agung, Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, S.H., M.Hum menyatakan bahwa capaian dan skema acara ini merupakan sebuah terobosan baru yang sangat positif. Menurutnya, BPA Fair tidak sekadar menjadi wadah pengenalan institusi, tetapi juga jembatan untuk mendekatkan pelayanan pemulihan aset negara langsung kepada masyarakat luas.
“Melalui prinsip akuntabilitas dan transparansi, kita ingin menarik minat masyarakat. Publik tidak perlu takut lagi untuk membeli dan memiliki barang-barang hasil tindak pidana yang status hukumnya sudah inkrah atau berkekuatan hukum tetap,” ujar Asep seusai menghadiri prosesi penutupan acara, Kamis (21/5/2026).
Jaminan Layanan
Menjawab kekhawatiran masyarakat mengenai kelengkapan dokumen kendaraan bermotor yang dilelang, Asep yang juga JAM Pidum ini menegaskan bahwa Kejaksaan Agung tengah menyiapkan cetak biru pelayanan terintegrasi (paripurna). BPA berkomitmen memberikan rasa aman total bagi para pemenang lelang di masa mendatang.
“Saya sudah berdiskusi dengan Kepala Badan Aset. Ke depan, kita akan menerapkan pelayanan paripurna. Konsepnya sama seperti masyarakat membeli mobil baru di dealer konvensional,” jelasnya.
Langkah penyempurnaan ini mencakup jaminan kepastian fisik barang hingga keabsahan seluruh dokumen kepemilikan. “Pengurusan BPKB dan STNK terus kami perbaiki dan sempurnakan. Masyarakat akan semakin nyaman karena mendapatkan barang berkualitas bagus, harga bersaing, serta legalitas yang terjamin. Pelayanan paripurna ini berlaku dari hulu hingga hilir penjualan,” tambah Asep.
Lampaui Target
Berdasarkan data rekapitulasi hasil lelang, gelaran ini sukses menjaring animo luar biasa dengan dihadiri lebih dari 1.900 pengunjung dan 1.700 peserta lelang aktif.
Acara ini mencatatkan performa luar biasa dengan membukukan Nilai Total Hasil Lelang mencapai Rp997.479.436.080 (hampir Rp1 Triliun).
Angka fantastis tersebut merepresentasikan lonjakan hasil lelang sebesar 481% jika dibandingkan dengan pencapaian lelang bulanan nasional tahun 2026 yang dilaksanakan secara konvensional.
Dari total 308 unit aset yang dilelang, sebanyak 300 unit aset berhasil laku terjual.
Nilai total limit dari aset yang terjual berada di angka Rp922.267.070.080. Tingginya persaingan antarpeserta memicu Nilai Kenaikan Harga Hasil Lelang hingga menembus Rp74.758.949.000, dengan persentase keberhasilan lelang mencapai 88,64%.
Harley Davidson jadi Primadona
Aset yang paling mencuri perhatian dalam ajang ini adalah satu unit sepeda motor Harley Davidson Road Glide. Aset ini berhasil memecahkan dua rekor sekaligus, yaitu sebagai aset dengan kenaikan harga tertinggi yang melonjak drastis hingga 930,86%, sekaligus menjadi aset yang paling diminati dengan total perebutan oleh 349 peserta lelang.
Melihat kesuksesan besar, transparansi yang tinggi, serta respons yang sangat positif dari masyarakat, Kepala BPA Kuntadi berharap BPA Fair dapat dikukuhkan menjadi agenda tetap.
“Kami berharap kegiatan BPA Fair ini dapat terus didukung untuk dijadikan sebagai Program Tahunan Badan Pemulihan Aset. Ini merupakan salah satu solusi optimalisasi pendapatan negara dan penguat stabilitas fiskal nasional,” ujar Kuntadi.
Acara penutupan BPA Fair 2026 ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi di antaranya Ketua Komisi Kejaksaan RI Prof. Dr. Pujiyono Suwadi, Plt. Wakil Jaksa Agung, Para Jaksa Agung Muda, dan Kepala Badiklat Kejaksaan RI.
Turut hadir pula Plt. Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Dr. Rahayu Puspasari, Chief Operating Officer Danantara Donny Oskaria, serta jajaran Direksi Bank Himbara yang menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan aset fiskal negara. (Amri)


















