Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan
Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahOlahragaSurabaya

Kompetisi Panjat Tebing JD Club di YPPI II Lahirkan Atlet Muda Surabaya

0
×

Kompetisi Panjat Tebing JD Club di YPPI II Lahirkan Atlet Muda Surabaya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA – Kompetisi panjat tebing Johanes Dipa (JD) Club yang digelar di sekolah YPPI II Surabaya, pada Minggu (19/4/2026) tidak lain untuk melahirkan atlet muda di masa depan.

Kegiatan tersebut tidak jarang diikuti oleh para peserta yang sangat berantusias tinggi dalam final panjat tebing digelar oleh Johanes Dipa (JD) Advocate Legal.

banner 325x300

Kompetisi ini berkolaborasi dengan sekolah YPPI II Surabaya. Kompetisi ini juga diharapkan mampu melahirkan atlet panjat tebing muda.

Pelatih JD Club, Didik Waluyo mengatakan bahwa putra-putri pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tergabung dalam klubnya telah berpartisipasi di berbagai kompetisi yang hampir seluruh wilayah Indonesia dan kerap mewakili Jawa Timur.

“Mereka telah berkompetisi di berbagai ajang bergengsi, salah satunya Kejuaraan Unesa Bolder dan ajang bergaya ‘Mythical’. Prestasi yang diraih pun cukup membanggakan, di mana juara 1, 2, dan 3 untuk kategori putra maupun putri seringkali berhasil dibawa pulang oleh atlet dari JD Club,” kata Didik di sela-sela kegiatannya yang berlangsung sekolah YPPI II Surabaya.

Baca Juga :  Polisi Amankan Maling Tas di Masjid Sunan Ampel Surabaya

JD Club terbilang baru satu tahun, namun kualitas atlet yang dilatihnya tidak bisa diragukan dan mampu bersaing di tingkat regional. Hal ini sangat berbeda dari karakteristik olahraga panjat tebing prestasi dengan kegiatan panjat tebing petualangan yang biasa dilakukan di alam bebas atau pegunungan.

Olahraga prestasi ini semakin diminati dan berkembang pesat di Surabaya. “Mulai sejak usia dini ber usia 7 tahun hingga kategori Junior berusia 19 tahun dengan pembagian kelas kompetisi yang jelas,” terang Didik.

Perwakilan dari JD sekaligus penyelenggara kegiatan yaitu Mahendra Suhartono, bahwa tujuan terselenggaranya kompetisi ini tidak lain untuk menggaet para atlet muda dan melatih bibit-bibit atlet yang berprestasi hingga sampai kedepannya.

Kompetisi yang diikuti oleh siswa SMP dan SMA ini masuk dalam kategori C dan berfungsi sebagai ajang penyaringan bibit unggul.

Baca Juga :  Cak Ipin Bacok Polisi Saat Digerebek Perkara Narkoba

“Kebetulan, bulan depan akan digelar Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kota Surabaya, di mana panjat tebing untuk pertama kalinya masuk dalam cabang yang diperlombakan. Kompetisi ini juga menjadi ajang try out bagi sekolah-sekolah. Banyak peserta selain mewakili sekolahnya juga tergabung dalam klub-klub resmi di Surabaya,” tambah Mahendra

Sementara, terkait mekanisme rekrutmen, atlet yang berpartisipasi dalam O2SN berada di bawah naungan dinas pendidikan dan sekolah masing-masing. Menjadi juara di kompetisi ini belum tentu otomatis bergabung dalam tim tertentu, melainkan akan mengikuti proses seleksi tersendiri di tingkat kota.

“Artinya, pelajar dari sekolah mana pun, misalnya dari SMA YPPI 2 yang mencetak prestasi, berhak mendaftarkan diri dan mengikuti seleksi untuk mewakili kota,” terangnya.

R. Widjang DR selaku Pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Cabang Surabaya menjelaskan bahwa hampir setiap sekolah tingkat SMP dan SMA memiliki potensi atlet, namun terkadang terkendala ketersediaan sarana dan prasarana.

Baca Juga :  Pengadilan Negeri Surabaya Aktifkan Lagi Sidang Offline Tatap Muka

“Oleh karena itu, banyak siswa yang kemudian bergabung dan berlatih di klub-klub yang terdaftar sebagai anggota federasi. Saat ini FPTI Surabaya memiliki 15 anggota klub yang menaungi berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, umum, hingga Siswa Pecinta Alam (Sispala) dari SMP dan SMA. Ke depannya, kami terus berupaya mencari atlet-atlet potensial yang kelak bisa diakui dunia demi keberlangsungan regenerasi,” ujar Widjang saat ditemui di lokasi kegiatan tersebut.

Sementara, pelatih timnas panjat tebing yaitu Galar Pandu Asnoro mengatakan bahwa kolaborasi dengan pihak sekolah sangatlah penting dan patut diapresiasi.

Karena menurutnya, kolaborasi yang baik antara sekolah YPPI dan JD, dan diharapkan bahwa kegiatan ini tidak jarang digelar dalam kompetisi panjat tebing. “Kompetisi antar-sekolah seperti ini akan terus digelar sebagai wadah utama dalam menumbuhkan bibit-bibit baru,” ujar Pandu.

Karena dengan kegiatan ini, kota Surabaya mampu melahirkan nama-nama atlet mudanya yang berhasil masuk dalam Pelatnas (Pelatihan Nasional).(Am)

Example 120x600