Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan
Example floating
Example floating
Example 728x250
KejaksaanPOLRI

Hadir Sebagai Pemateri, Plt Wakil Jaksa Agung Kuliahi Kerja Profesi Sespimti Polri Tahun 2026

×

Hadir Sebagai Pemateri, Plt Wakil Jaksa Agung Kuliahi Kerja Profesi Sespimti Polri Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA – Plt. Wakil Jaksa Agung Prof. Dr. Asep Nana Mulyana mewakili Jaksa Agung memberikan pemaparan mendalam dalam kegiatan Kuliah Kerja Profesi (KKP) Sespimti Polri Dikreg ke-35 Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Senin (30/3/2026).

Prof Asep yang juga JAM Pidum ini memberikan paparan mengenai kepemimpinan strategis nasional yang berbasis pada integritas dan sinergi, sebagai kunci utama dalam mengawal ketahanan pangan, kedaulatan energi, serta pertumbuhan ekonomi nasional demi mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.

banner 325x300

Dalam uraiannya, Prof Asep menekankan bahwa Kejaksaan berkomitmen penuh untuk menyukseskan Misi Asta Cita, terutama dalam memantapkan sistem keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa. Di tengah ketidakpastian global dan ancaman krisis yang dipicu oleh konflik internasional maupun fenomena alam,

Baca Juga :  Satgas PKH Kuasai Kembali 674.178 Hektare Lahan dari 245 Korporasi

“Kejaksaan mengambil peran aktif melalui berbagai program strategis. Upaya ini diwujudkan melalui inisiatif nyata seperti program Jaksa Mandiri Pangan yang mendukung stabilitas stok pangan nasional, program Jaksa Garda Desa atau Jaga Desa yang memastikan penggunaan anggaran desa tepat sasaran, serta pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat ekonomi biru dan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir,” tuturnya.

Menurut Prof Asep, terkait hambatan dalam pembangunan nasional, telah teridentifikasi adanya risiko kebocoran anggaran serta modus penipuan yang semakin kompleks sebagai tantangan utama. Untuk menghadapi hal tersebut, Kejaksaan menerapkan pendekatan yang komprehensif, mulai dari strategi preventif melalui penguatan prosedur standar operasional dan pendampingan sejak tahap perencanaan proyek, hingga strategi represif berupa penegakan hukum yang tegas dan tidak pandang bulu.

Baca Juga :  Kejari Jakarta Barat Berhasil Menangkan Gugatan Pembatalan Nikah WNI Korban KDRT dengan WN Arab Saudi

“Bahwa fokus utama dari tindakan hukum bukan sekadar memberikan sanksi, melainkan juga untuk memastikan adanya pemulihan ekonomi dan penyelamatan aset negara secara maksimal,” katanya.

Efektivitas kerja Kejaksaan tercermin dari capaian kinerja yang sangat signifikan, di mana melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara serta Satgas PKH, negara telah berhasil memulihkan keuangan sebesar lebih dari 149 triliun rupiah. Selain itu, Bidang Intelijen dan Tindak Pidana Khusus juga terus bergerak melakukan pengamanan pembangunan strategis serta penyelamatan keuangan negara dalam jumlah yang besar dari berbagai sektor.

Baca Juga :  Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Baru Kasus Perintangan Penyidikan, Termasuk Direktur JAK TV

“Keberhasilan ini tidak lepas dari pola kepemimpinan kolaboratif yang menempatkan Kejaksaan, Polri, dan TNI sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional,” ujar Prof Asep menambahkan.

Sebagai penutup, Jaksa Agung menitipkan pesan kepada para peserta Sespimti Polri agar senantiasa menjadi motor penggerak perubahan yang memiliki kepekaan terhadap krisis. Kepemimpinan masa depan harus mampu menyatukan visi dan kekuatan antarlembaga guna memastikan Indonesia tetap tangguh, berdaulat, dan memiliki daya saing yang tinggi di kancah internasional.

“Sinergi ini diharapkan menjadi fondasi yang kokoh bagi terciptanya masyarakat yang sejahtera menuju satu abad kemerdekaan Indonesia,” pungkasnya.(Amri)

Example 120x600