JAKARTA – Sinergi TNI, Polri dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat kembali diperkuat melalui pendirian dua unit Pos Pantau Tiga Pilar di wilayah rawan tawuran remaja, Selasa (24/2/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan jajaran Koramil 01/Tamansari tersebut berlokasi di Jalan Tangki Timur No. 64A, Kelurahan Tangki, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat. Pendirian pos pantau dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya tawuran remaja di wilayah perbatasan.
Danramil 01/Tamansari Mayor Zein NR menjelaskan, pendirian Pos Pantau Tiga Pilar merupakan tindak lanjut dari perintah komando atas dalam rangka menjaga stabilitas keamanan wilayah.
“Ini merupakan langkah preventif untuk menciptakan situasi wilayah yang aman dan kondusif. Kami ingin pencegahan dilakukan sejak dini,” ujar Mayor Zein.
Dua unit pos pantau didirikan di kawasan perbatasan Kelurahan Tangki dan Mangga Besar yang selama ini dinilai rawan terjadi gesekan kelompok remaja. Pengamanan melibatkan unsur Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP serta Mitra Jaya sebagai bagian dari kolaborasi Tiga Pilar.
Selain memperkuat sinergitas TNI-Polri dan pemerintah daerah, keberadaan pos pantau juga bertujuan meningkatkan pengawasan wilayah sekaligus memberikan edukasi dan pembinaan kepada remaja agar menjauhi aksi kekerasan dan terlibat dalam kegiatan positif.
Pos pantau tersebut juga difungsikan sebagai titik siaga respons cepat apabila sewaktu-waktu terjadi gangguan keamanan secara mendadak.
Mayor Zein menambahkan, terdapat sejumlah titik prioritas pengawasan di wilayah Kecamatan Tamansari, yakni Jalan Cengkeh, Jalan Thalib, dan Jalan Kebon Jeruk 13. Ketiga lokasi tersebut menjadi fokus patroli dan pemantauan intensif aparat gabungan.
Kegiatan pendirian pos pantau dihadiri Babinsa Kelurahan Tangki Serka Suharno, Bhabinkamtibmas Aiptu Usep, unsur Satpol PP, serta Mitra Jaya yang bersama-sama menunjukkan komitmen menjaga keamanan wilayah.
Dengan berdirinya Pos Pantau Tiga Pilar tersebut, diharapkan potensi tawuran remaja dapat ditekan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. (Ram)



















