BATAM, Barometer – Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) Provinsi Kepulauan Riau, A Sihombing menyayangkan adanya penelpon “misterius” terhadap dua orang konten kreator asal Batam yang menyoroti terjadinya pemadaman listrik total (Blackout) di Kota Batam, Tanjung Pinang dan Bintan, pada Senin (12/10/2026).
Ketua SWI Provinsi Kepri meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan, terkait siapa oknum yang menelpon dua orang konten kreator asal Batam tersebut.
Penelpon misterius tersebut muncul sehari setelah Blackout Batam pada (13/10/2026). Peristiwa ini diungkapkan Gubernur LSM LIRA Kepulauan Riau, Yusril Koto, di akun TikTok Yusril the Koto menceritakan adanya seseorang menelpon dirinya yang dia anggap ‘misterius’ mengaku bernama Satria.
Menurut Yusril, penelpon yang mengaku bernama Satria tersebut berkata postingan terkait Blackout Batam memicu kegaduhan diruang publik sehingga sebaiknya diturunkan atau dihapus. Namun Yusril berkata dengan tegas menolak permintaan ini dengan alasan usahanya tutup selama dua hari dikarenakan listrik padam dan air bersih mati.
“Penelpon tersebut meminta menghapus atau men take down unggahan di akun TikTok ‘Batam Bicara Cetral News’ yang menceritakan peristiwa Blackout Batam yang terjadi pada Senin (12/10/2026), permintaan itu saya tolak mentah mentah” ujar Yusril.
Hal senada juga dialami Tiktoker asal Batam.dalam unggahannya di akun TikTok @halobatam memaparkan seseorang mengaku dari “cyber” menghubunginya melalui telepon meminta unggahannya terkait Blackout Batam agar segera dihapus karena menciptakan kegaduhan di masyarakat.
Karena merasa informasi yang dia unggah berkaitan dengan Blackout Batam, Tanjung Pinang dan Bintan benar terjadi sesuai fakta, Tiktoker asal Batam ini pun mengabaikan permintaan take down dari penelpon yang mengaku dari “cyber” tersebut.
“Mengaku dari cyber, entah cyber apa saya tidak tau meminta unggahan Blackout Batam, Tanjung Pinang, Bintan saya take down dan akan dibayar Rp500 ribu, tapi saya tolak” demikian ia jelaskan di tayangan TikTok @halobatam.
Terkait hal itu, humas PLN Batam Rahmad Furqon menyatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui hal tersebut serta memastikan pihak management PLN Batam tidak pernah memberi instruksi terkait hal tersebut.
“Pagi. Kami tidak mengetahui perihal siapa atau adanya pihak yang meminta takedown terkait konten pada media sosial ataupun pemberitaan. Kami pastikan dari pihak manajemen juga tidak pernah memberikan instruksi tersebut” tandasnya via whatsapp saat dikonfirmasi. (Yat)

















