SURABAYA –Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Trinusa Surabaya sangat prihatin dengan amanah Presiden Prabowo yang diduga teledor dijalankan oleh tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Simokerto Surabaya.
Hal itu disampaikan setelah adanya dugaan MBG jambu berulat yang disajikan ke para siswa SDN Kapasan V, kecamatan Simokerto Surabaya. Adanya hal itu pun menuai kritik bahwa SPPG Simokerto dinilai teledor menjalankan amanah presiden.
“Kami sangat prihatin atas adanya MBG tersebut. Adanya hal ini kami menilai bahwa SPPG Simokerto teledor dalam melakukan pengawasan langsung terhadap MBG yang sebelum diterima oleh para siswa SDN Kapasan V. Harus nya diteliti dulu, layak atau tidak buah yang hendak dikonsumsi oleh siswa. Selain itu diteliti kesegaran buah itu, fresh atau tidaknya. Jadi jangan asal-asalan memberikan tanpa mengkaji layak atau tidaknya MBG itu,” ujar Mulyadi, saat ditemui di kantor LSM Trinusa Surabaya, pada Minggu (15/3/2026) siang.
Sebelum adanya kejadian ini, LSM Trinusa Surabaya juga memantau dari awal hingga saat ini. “Awalnya SPPG memberikan MBG ke siswa SDN Kapasan V layak kok dan saya nilai bagus waktu pertama kali yang diberikan. Tapi ternyata beberapa kali ini menu itu menurun, bahkan termasuk adanya pisang dan jambu yang tidak layak di makan itu,” tambahnya.
Mulyadi yang juga warga Donokerto, kelurahan Kapasan, kecamatan Simokerto Surabaya ini meminta para pihak segera melakukan pengawasan terhadap SPPG Simokerto. “Kalau melihat keterangan dari pihak sekolah, hal ini berulang kali seperti ini. Meski juga berkali-kali yang rusak di ganti oleh SPPG. Namun artinya teledoran itu berkali-kali dialami oleh SPPG Simokerto. Kami berharap semua ini dapat dievaluasi oleh pihak SPPG Simokerto atas keteledorannya. Selain itu kami meminta Dinas Kesehatan (DKK) setempat, Tim Pengawas Gizi (TPG) dari Puskesmas, dan Kader Kesehatan Masyarakat (KKM) segera turun melakukan pengawasan ketat mulai dari sajian MBG yang layak juga pengawasan kerja terhadap tim SPPG. Ini program presiden RI, jadi jangan sampai melukai amanah presiden,” tegasnya.
Pada berita sebelumnya, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kapasan V No 147, kelurahan Kapasan, Kecamatan Simokerto, Surabaya mengeluh adanya sajian Makanan Bergizi Gratis (MBG) berupa jambu yang berulat, pada Selasa, 3 Maret 2026. Saat itu, MBG berisi telur rebus kondisi pecah, roti, kelengkeng dan jambu itu dibagikan ke para siswa. Disitulah diduga banyak jambu yang tidak layak konsumsi karena berulat di dalamnya.
Hal itu pun diakui oleh pihak SDN Kapasan V bahwa adanya jambu yang tidak layak konsumsi untuk siswanya. “Memang beberapa waktu lalu ada temuan buah jambu yang terdapat ulatnya,” keluh Zainal selaku Kesiswaan di SDN Kapasan V, saat ditemui awak media, pada Senin, (9/3/2026) siang.(Am/Ham)



















