SIDOARJO – Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Medaeng, Waru Sidoarjo menghimbau larangan kepada perangkat desa dan staf untuk ikut berkampanye Pilihan Kepala Desa (Pilkades) di Medaeng.
Himbauan itu disampaikan langsung oleh Ketua P2KD Medaeng, Muhajir setelah mendengar adanya salah seorang Modin di desa Medaeng yang diduga turut berkampanye memberikan dukungan terhadap bakal calon Kades berinisal AL.
“Harus netral. Kami juga sudah menyampaikan ke pak PJ untuk memberi arahan tentang netralitas dalam pilkades ke perangkat dan stafnya,” ujar Muhajir, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (10/2/2026).
Selain itu, Muhajir juga mengimbau kepada seluruh perangkat desa dan staf desa Medaeng untuk bersama sama untuk menjaga kondusif desa medaeng dalam melaksanakan demokrasi pemilihan kades di Medaeng.
“Untuk pak modin, kami juga sudah menyampaikan ke pak PJ untuk dipanggil. Sementara untuk bakal calon, panitia hanya bisa mengimbau bersama sama untuk menjaga kondusif desa medaeng. Karena aturan dan tata tertib itu baru berlaku kalau bakal calon (pendaftar) sudah ditetapkan menjadi calon,” tegasnya.
Pendaftaran bakal calon kades sudah ditutup sejak 9 Februari 2026 lalu. Dan ada 5 orang pendaftar yang sudah tercatat di kepanitiaan. “Ada lima bakal calon mas,” pungkas Muhajir.
Pada sebelumnya, Menyoal video viral, atas dugaan seorang Modin desa Medaeng, Asmono Nizam yang diduga memberikan dukungan terhadap salah satu bakal calon (bacal) Kades Medaeng. Adanya hal tersebut, Penjabat Kepala Desa (PJ Kades) Medaeng, kecamatan Waru Sidoarjo Dheny Kurniawan akan segera melakukan panggilan terhadap seorang Modin desa Medaeng tersebut.
Terpisah, Modin Asmono, saat dikonfirmasi, pada Selasa (10/2/2026) melalui chat whatsappnya, terkait videonya yang beredar di kalangan masyarakat Medaeng itu belum memberikan tanggapannya. Begitupun bakal calon kades AL, hingga berita ini di unggahkan.(Am)



















