Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan
Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahHukumSurabaya

Berawal dari Curiga, Retno Dihajar Pacar hingga Babak Belur dan berdarah

0
×

Berawal dari Curiga, Retno Dihajar Pacar hingga Babak Belur dan berdarah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA – Retno Atikasari (28) babak belur dan berdarah diduga dihajar oleh pacarnya yaitu Fristyane Adam Wibowo di kawasan Perumahan Pakal Residence, Surabaya, pada Kamis (16/4/2026) malam.

Kejadian tersebut dipicu saat Retno menaruh curiga terhadap pacarnya yang menyembunyikan wanita idaman lain (Wil) kamar pacarnya. Karena dicurigai, Adam pun emosi dan langsung menghajar Retno.

banner 325x300

Karena dihajar hingga babak belur dan berdarah, korban Retno pun melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dengan nomor laporan polisi LP/B/3/IV/2026/SPKT Unit Reskrim Polsek Pakal/Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur.

Pada saat itu, sehari sebelumnya, yakni pada Rabu, 15 April 2026, sekitar pukul 19.30 WIB di rumah yang berlokasi di Perumahan Pakal Residence Blok J No. 18, Surabaya. Terlapor merupakan pacar korban.

Baca Juga :  Hakim di Surabaya Diduga Langgar Tata Tertib Saat Bacakan Amar Putusan Narkoba

Dalam laporannya, korban mengungkapkan bahwa dugaan penganiayaan bermula saat dirinya mendatangi rumah pelaku. Ketika memanggil pelaku tidak mendapat respons, korban kemudian masuk ke dalam rumah dan mencoba menghubungi pelaku melalui telepon seluler. Korban mendengar nada dering telepon berada di dalam kamar, sehingga ia membuka pintu kamar tersebut.

Saat pintu kamar dibuka, terlapor tampak terkejut dan segera masuk ke kamar mandi. Sikap tersebut memicu kecurigaan korban terkait dugaan keberadaan perempuan lain. Korban kemudian meminta penjelasan kepada terlapor. Karena tersinggung, terlapor pun langsung menghajar korban hingga tak berdaya.

Cekcok tersebut diduga berujung pada tindak kekerasan. Terlapor diduga memukul korban secara berulang kali menggunakan tangan kosong ke arah wajah dan lengan hingga korban terjatuh. “Saya diinjak bagian perut dan pangkal paha termasuk area sensitif, secara berulang,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Bantah Tudingan Mantan Ketua DPRD Jatim Soal Fee Ijon Hibah

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek pada pelipis kanan atas, memar pada lengan, perut, dan pangkal paha, serta benturan pada bagian belakang kepala. Korban juga mengeluhkan pusing dan mual pasca kejadian.

Selain penganiayaan, korban juga menyebut sempat mengalami dugaan penyekapan di dalam rumah dengan kondisi pintu tertutup selama kurang lebih satu jam. Dalam keadaan terluka dan berdarah, korban akhirnya dapat keluar setelah aksi pelaku dilerai oleh dua orang yang diketahui sebagai saudara pelaku, yakni Finna dan Choirul.

Baca Juga :  Eksekusi Rumah Stamford Place Citraland Ricuh, Penyewa Keluhkan Juru Sita PN Surabaya

Atas ulah pacar, korban pun melarikan diri dan menuju pos satpam Perumahan Pakal Residence dalam kondisi berlumuran darah. Kepada petugas keamanan, korban menceritakan bahwa dirinya baru saja mengalami penganiayaan.

Selanjutnya, korban pulang kerumahnya di Mulyorejo Selatan Surabaya Timur dan korban bersama orang tuanya menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Provinsi Jawa Timur, Surabaya, untuk mendapatkan penanganan medis.

Ibu korban, Astoeka (56), menyampaikan kesedihannya atas peristiwa yang dialami anaknya. “Saya tidak tega melihat kondisi anak saya. Apa salahnya sampai diperlakukan seperti ini? Saya akan menuntut pertanggungjawaban atas perbuatannya,” ujarnya.(Ham)

Example 120x600