Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Preman Berkedok Wartawan Diduga Peras Pengusaha Warkop

35
×

Preman Berkedok Wartawan Diduga Peras Pengusaha Warkop

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

GRESIK – Seorang pria pengangguran atau preman berkedok wartawan berinisal FJ diduga mencoba peras pengusaha warung kopi (Warkop) hingga jutaan rupiah di kawasan Manyar, Gresik, Jawa Timur, pada Kamis (22/1/2026).

Hal itu disampaikan oleh Fitri Bakul warkop di Gresik merasa ketakutan, karena diduga diintimidasi oleh FJ dan 1 rekannya yang mendatangi warungnya dengan mengaku wartawan. Oleh kedua pria itu, Fitri dituding menjual minuman keras (Miras) dan keduanya diduga meminta uang sejumlah Rp 1,5 juta. Kedua pria itu mengatakan akan menutup warungnya, apabila permintaannya tidak dipenuhi.

banner 325x300

“Awalnya saya di chat whatsapp sama FJ, katanya dari wartawan di salah satu media online. Saya gak tahu dia dapat nomor saya dari mana. Saya dituding jual Miras, saya dimintai sejumlah uang. Bahkan dia tidak sungkan memberikan nomor rekeningnya, saya dimintai uang Rp 1,5 juta. Alibinya katanya untuk anak yatim-piatu, tapi mintanya maksa mas. Katanya kalau tidak dikasih warung saya ditutup,” ujarnya Fitri, pada BNN.com, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga :  Uki Pengemudi Mabuk yang Tewaskan Tukang Sapu di Surabaya Jadi Tersangka

Fitri juga mengungkapkan bahwa dirinya sudah lama tidak menjual miras, semenjak pisah dengan mantan suami. Hingga dirinya sudah nikah lagi dengan seorang pria lain, dia tidak menjual Miras.

Baca Juga :  Bersinergi, PT KAI dan Kejati Jatim Upayakan Keselamatan Aset Negara

“Ya itu dulu mas waktu sama mantan suami dulu. Tapi sekarang saya hanya membuka warung kopi biasanya. Tapi saya kok masih dituduh-tuduh ya. Dua pria itu alasan untuk yatim piatu, saat itu saya kasih Rp200 ribu mas. Saya niatkan ikhlas untuk anak yatim, tidak ada maksud lain,” ungkapnya.

“Tapi setelah mereka pulang, kok masih chat saya. FJ meminta uang Rp1,5 juta. Kalau tidak dikasih warung saya ditutup mereka, dia juga mengatakan sudah berkordinasi di Polres Gresik. Lah saya dapat uang dari mana, saya ini hanya pengusaha warung kopi biasa,” keluh Fitri.

Baca Juga :  Memanas, Massa Demonstran Bakar Gedung Grahadi Surabaya dan Mapolsek Tegalsari

Karena merasa takut dengan ancaman dua pria berkedok wartawan itu. Fitri pun berkordinasi dengan pihak kepolisian setempat. “Saya takut, saya di chat dan diancam. Saya akan koordinasi sama anggota kepolisian setempat,” pungkasnya.

Terpisah, saat mencoba dikonfirmasi awak media melalui chat whatsappnya, FJ langsung memblokir nomor kontak awak media.(Ani/Am)

Example 300250
Example 120x600