SURABAYA – Tiang telkom yang bergeser satu meter dengan keadaan miring diduga dipindah oleh oknum pekerja proyek Box Culvert di jalan Krembangan baru Surabaya, pada bulan Juli 2025 lalu dikeluhkan warga sekitar.
Pasalnya pemindahan tiang telkom tersebut tidak sesuai titik lokasi pada sebelumnya. Sehingga tiang tersebut dengan keadaan miring dan sangat membahayakan rumah disekitarnya dan menganggu akses jalan keluar masuk pintu rumah tepat beralamat di Krembangan Baru 28A Surabaya.
Aduan warga pun ditanggapi oleh lurah Kemayoran Agus, bahwa pihaknya menerima keluhan dari warga yang berdampak atas berdirinya tiang telkom yang dianggap membahayakan area sekitar.
“Kita terima keluhan warga, dan nanti akan kita carikan solusinya. Yang pasti apapun keluhan masyarakat tetap kita bantu,” ujar Lurah Agus, ditemui di kantor kelurahan Kemayoran, kecamatan Krembangan Surabaya, pada Rabu (21/1/2026).
Lurah Agus juga menjelaskan bahwa sebenarnya urusan tiang telkom maupun pekerjaan box culvert bukan menjadi kewenangannya, apalagi untuk memindahkan tiang tersebut. Namun, berhubung hal ini sangat dikeluhkan oleh warganya. Pihaknya tetap akan berusaha untuk menyampaikan keluhan warganya ke dinas terkait.
“Akibat tidak kenyamanan warga nanti saya sampaikan. Walaupun itu bukan kewenangan saya, nanti tetap akan saya sampaikan. Yang pasti apapun keluhan masyarakat tetap kita bantu,” jelasnya.
Tiang telkom yang dianggap sangat membahayakan itu dikeluhkan oleh Didik warga Kemayoran Baru 28A. Didik mengadu ke lurah Kemayoran atas keluhan yang dialaminya.
“Kami disini mengadu atas keluhan yang kami alami. Sebelumnya tiang telkom itu tidak berada tepat di depan rumah kami. Setelah perbaikan box culvert, tiang telkom itu pindah di depan rumah kami. Saya menduga yang memindahkan tiang itu para pekerja Box Culvert. Tiang itu pindah bergeser jarak 1 meter dari lokasi titik sebelumnya. Akibat bergesernya tiang itu sekarang tiang itu miring dan sangat membahayakan area sekitar. Kalau semisal roboh ada korban luka bagaimana, siapa yang bertanggung jawab,” ujar Didik saat ditemui wartawan.
Didik menilai bahwa pemindahan tiang itu tidak tepat pada titik awal dan dinilai sangat membahayakan warga sekitar. “Karena titik pemindahan tidak sesuai pada sebelumnya. Tiang telkom itu dengan keadaan miring, dan saya takut sewaktu-waktu roboh. Saya sudah mengadu ke telkom tapi belum ada tindakan di lapangan. Akhirnya kami saat ini mengadu keluhan ini kepada pak lurah Kemayoran,” tambahnya.
“Disini yang harus bertanggungjawab kontraktor atau pelaksana dari proyek Box Culvert tersebut. Jadi melalui pak lurah saya sampaikan keluhan ini. Kami berharap atas keluhan ini bisa direspon cepat oleh pak lurah. Alhamdulillah, tadi sudah ditemui pak lurah sendiri dan atas keluhan ini mendapat tanggapan dari pak lurah. Semoga secepatnya tiang telkom yang miring itu segera diperbaiki dan di pindah di titik lokasi sebelumnya,” pungkas Didik.(Am)



















