Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Demi Sesuap Nasi, Penjahit Lansia di Surabaya Rela Ngonthel Pagi dan Sore Berjarak 1 Km

×

Demi Sesuap Nasi, Penjahit Lansia di Surabaya Rela Ngonthel Pagi dan Sore Berjarak 1 Km

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA – Meski tiap hari ngonthel (bersepeda) sekitar 1 kilo meter (KM) di lapak jahitnya, pada pagi dan sore. Adiem (74) warga Kenjeran Surabaya ini selalu bersyukur menjalani hidupnya di masa tuanya.

Kata demi kata bercerita bahwa selama 50 tahun lebih, Adiem yang berprofesi menjadi penjahit belum pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

banner 325x300

Adiem berumur lanjut usia (lansia) ini berprofesi menjahit di Jalan Kalilom Lor Indah, Tanah Kali Kedinding, Kenjeran Surabaya. Dirinya mengaku tidak pernah mendapat perhatian oleh pemerintah setempat maupun pusat.

Adiem yang berdomisili di Kedung Mangu, kelurahan Sidotopo Wetan, kecamatan Kenjeran Surabaya harus tiap hari wira-wiri dengan sepeda onthel dan menyebrang jalan Raya Kedung cowek untuk menjahit. “Sudah 50 tahun saya menjahit, saya tinggal di Kedung Mangu. Tiap hari wira-wiri nyebrang jalan di jalan raya Kedung cowek mas,” ujarnya, pada Senin (19/5/2025).

Baca Juga :  Uji Materi Iwakum Dikabulkan, MK Pertegas Perlindungan Wartawan

Tiap hari berprofesi sebagai penjahit baju, Adiem hanya bisa bersyukur meski yang ia peroleh sebatas untuk makan saja. “Ya Alhamdulillah, yang penting bisa buat makan,” terangnya.

Meski berprofesi menjadi penjahit, sembari bergurau, Adiem ingin menjadi menteri lanjut usia (lansia) yang ingin memakmurkan para lansia di Indonesia. “Umur saya itu sama dengan pak Prabowo, saya kalau di Lantik jadi menteri lansia, saya akan makmurkan para lansia di Indonesia. Termasuk lansia mantan TNI – Polri dan Para Veteran pejuang kemerdekaan,” pungkas Adiem, sembari tertawa.

Baca Juga :  Keterlibatan Jaringan Narkoba Nasional, BNNP Jatim Amankan Oknum Polisi Tanjung Perak

Pada sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan bantuan berupa modal usaha, rombong, mesin jahit, hingga peralatan dan barang toko kelontong kepada 35 orang yang masuk kategori keluarga miskin (gamis), di Halaman Lobi Balai Kota Surabaya, Senin (15/1/2024).

Baca Juga :  Sejak Balita Hidup Tanpa Kasih Sayang Ayah, Wanita LC: Aku Rindu Sosok Ayah

Sekitar ada 35 orang itu terdiri dari anggota Pokmas (kelompok masyarakat) yang bertugas memasak dan Pertukir (petugas pengirim) permakanan Kota Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut, bantuan itu di berikan langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi didampingi Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya Rini Indriyani, Sekretaris Kota Surabaya Ikhsan, serta Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya Moch. Hamzah memberikan bantuan kepada perwakilan penerima manfaat.

Namun, sayangnya dari sekian bantuan itu , Adiem tidak mendapatkan sama sekali, meskipun dirinya kelahiran asal kota Surabaya.(Am)

Example 120x600