Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahHukumPolitikSurabaya

Arahan Walikota Eri Cahyadi Ditindaklanjuti Lurah Matlilla, Miras dan Narkotika Berhasil Diamankan

52
×

Arahan Walikota Eri Cahyadi Ditindaklanjuti Lurah Matlilla, Miras dan Narkotika Berhasil Diamankan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA – Berdasarkan arahan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kepada Kepala Perangkat Daerah (PD) di Graha Sawunggaling, Gedung Pemkot Surabaya, Selasa (11/2/2025) kemarin, dalam tiga hal yaitu memberantas peredaran minuman keras (miras), perjudian maupun warung pangku. Hal itu langsung ditindaklanjuti oleh Lurah Tambak Wedi Mat Lilla di wilayahnya.

Pihaknya bersama tiga pilar kecamatan Kenjeran Surabaya, mulai dari Satpol PP, TNI dan Polri menggelar operasi yustisi di wilayah RW 02 Tambak Wedi, pada Rabu (12/2/2025) pagi.

banner 325x300

Berlangsung kegiatan operasi yustisi tersebut, pihaknya telah menemukan dua penghuni kost yang berkedapatan menyimpan 500 butir pil double L dan alat bong serta barang bukti (BB) sabu.

Baca Juga :  Diduga Terima Uang Pelicin Rp 3,5 Miliar, Pejabat Dinas PU Bina Marga Surabaya Ditahan Kejati Jatim

“Saat kita melakukan penggeledahan di dalam kamar kost ditemukan ratusan butir pil koplo dan sabu. Kita temukan di lokasi kost yang berbeda, dua penghuni itu kita limpahkan ke pihak kepolisian,” ujarnya, saat ditemui di ruang kerjanya.

Sementara, pada Rabu (15/1/2025) lalu, pihaknya bersama tiga pilar Kenjeran Surabaya juga telah mengamankan puluhan botol miras jenis arak di dua tempat yang dijadikan dugaan sarang penjualan atau peredaran minuman keras (miras) jenis arak atau cukrik di Kawasan Tambak Wedi, Kenjeran Surabaya.

“Dengan adanya kegiatan-kegiatan tersebut, kami menginginkan wilayah kami bersih dari peredaran narkoba, miras dan Warung pangku. Sesuai arahan dari Bapak Walikota Surabaya,” kata Mat Lilla.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Surabaya, Pemkot Siagakan Pompa Air di 77 Lokasi

Menurutnya, dengan adanya kegiatan tersebut bahwa nanti kedepannya di wilayah Tambak Wedi sudah tidak menjadi sorotan negatif lagi. “Tentu harapan kami kedepan di tambak Wedi ini tidak lagi menjadi stigma yang negatif. Seakan-akan di Tambak Wedi adalah tempat yang paling buruk se-kota Surabaya,” harapnya.

Lanjut Mat Lilla, juga mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama menghilangkan stigma negatif. “Jadi harapan kami kedepannya seluruh masyarakat dan elemen masyarakat sama-sama menghilangkan stigma negatif itu. Pelaku kriminal itu bukan asli warga Tambak Wedi, tapi warga luar yang kos di Tambak Wedi, termasuk yang jualan miras kemarin itu warga asli Sampang,” terangnya.

Baca Juga :  Dukung Literasi di HPN 2025, ICATI Jatim Bersama Gantara News Salurkan 500 Buku ke Rumah Pintar Penerbal Juanda

“Tadi yang terjaring Yustisi itu warga bulak banteng kos disitu. Dan yang sepasang yang membawa sabu-sabu itu mengaku sudah nikah siri, tapi suratnya gak ada. Jadi dugaan-dugaan Prostitusi itu terbantahkan dan gak ada,” tambahnya.

Bukan kali ini saja, namun pihaknya berjanji akan terus melakukan upaya untuk menjadikan wilayahnya benar-benar bersih dari peredaran miras, narkoba maupun hal buruk lainnya. “Semua saya laksanakan berdasarkan arahan walikota Surabaya,” pungkasnya.(Am)

Example 300250
Example 120x600